Berita

PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN PUSAT PERTUMBUHAN BARU DI KABUPATEN SOLOK SELATAN01 Sep 2023 10:09:58 / 277 view

Balitbang Provinsi Sumatera Barat melaksanakan pengumpulan data Karya Tulis Ilmiah Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Pusat Pertumbuhan Baru Di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan pengumpulan data ini dilakukan pada tanggal 09 sd 11 Agustus 2023 bertempat di Bappeda Kabupaten Solok Selatan dan lokasi Rencana Pengembangan Kawasan Pusat Pertumbuhan Baru. Pengumpulan data selain turun ke lapangan, juga dilakukan indepth interview dengan beberapa keyperson. Keyperson yang diwawancarai ialah Kepala Bappeda, Bapak Taufik Effendi, Kabid Fisik SPW Bapak Erlangga dan Kabid Litbang Bapak Edison Bappeda Kabupaten Solok Selatan. Yang menjadi concern dari KTI ini adalah adanya rencana pusat pertumbuhan ekonomi baru pada wilayah Pembangunan jalan strategis Sungai Sungkai (Kabupaten Solok Selatan) Ke Sungai Rumbai (Kabupaten Dharmasraya).

Pembukaan akses jalan baru dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru dengan membuka peluang baru bagi pengembangan wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Berikut adalah beberapa cara tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi baru dapat terjadi akibat pembukaan akses jalan baru:

1) Investasi Properti dan Pengembangan Pemukiman: Pembukaan akses jalan baru dapat meningkatkan nilai tanah di sekitar jalan baru tersebut. Hal ini dapat mendorong investor untuk mengembangkan proyek-properti baru, seperti perumahan, perkantoran, atau pusat perbelanjaan. Pengembangan pemukiman baru juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.

2) Pengembangan Bisnis Lokal: Akses jalan baru membuka peluang bagi pelaku bisnis lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Bisnis-bisnis baru dapat tumbuh di sepanjang jalan baru, seperti restoran, toko-toko, bengkel, dan fasilitas layanan lainnya.

3) Pariwisata dan Industri Kreatif: Jalan baru dapat menghubungkan destinasi wisata yang sebelumnya sulit diakses. Hal ini dapat meningkatkan pariwisata di daerah tersebut dan mendorong perkembangan industri kreatif seperti kerajinan tangan, seni, dan kuliner lokal.

4) Pertanian dan Agrobisnis: Pertanian dan agrobisnis lokal dapat berkembang lebih baik dengan akses yang lebih baik ke pasar. Petani dapat mengirimkan hasil panen mereka dengan lebih mudah dan efisien, sementara agrobisnis dapat memanfaatkan akses ini untuk mengembangkan produk olahan pertanian.

5) Industri dan Manufaktur: Akses jalan baru dapat menarik minat industri dan manufaktur untuk membangun pabrik atau fasilitas produksi di daerah tersebut. Akses yang lebih baik ke rantai pasokan dan distribusi dapat meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan ini.

6) Pusat Logistik dan Distribusi: Daerah yang terhubung oleh akses jalan baru dapat menjadi lokasi yang strategis untuk pusat logistik dan distribusi. Ini akan mempermudah pergerakan barang-barang dan produk melalui jaringan transportasi yang lebih baik.

7) Pendidikan dan Kesehatan: Dengan akses yang lebih baik, institusi pendidikan dan layanan kesehatan juga dapat tumbuh dan berkembang. Sekolah, perguruan tinggi, dan fasilitas kesehatan dapat menarik mahasiswa dan pasien dari daerah yang lebih luas.

8) Pengembangan Ekowisata: Akses jalan baru ke daerah yang sebelumnya terisolasi dapat membuka potensi ekowisata. Wisata alam dan petualangan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lingkungan yang belum terjamah.

9) Pusat Riset dan Inovasi: Akses jalan baru dapat mendukung pendirian pusat riset dan inovasi di daerah tersebut. Kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah lokal dapat merangsang pertumbuhan teknologi dan inovasi.

10) Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Dengan akses jalan baru, masyarakat lokal dapat memiliki akses lebih mudah ke peluang-peluang ekonomi baru. Pelatihan dan pendidikan juga dapat diberikan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengambil manfaat dari perkembangan ini.

Penting untuk mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi baru akibat pembukaan akses jalan baru juga harus diimbangi dengan perencanaan dan pengelolaan yang bijaksana untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan inklusi sosial.

.