Berita

Kolaborasi Balitbang Prov. Sumatera Barat dan BRIN Terkait Rumput Akar Wangi (Vetiver) Sebagai Salah Satu Metode Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Sumatera Barat27 Jun 2024 11:06:49 / 265 view

Padang, 26 Juni 2024 - Dalam upaya meningkatkan ketahanan lingkungan Sumatera Barat terhadap bencana alam tanah longsor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah telah menjalin kolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Barat. Hasil kolaborasi ini diwujudkan melalui diseminasi hasil kajian Balitbang dan BRIN pada pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 26 Juni 2024, yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat. Hadir pada pertemuan ini adalah Kepala BPDAS Agam-Kuantan, BKSDA Provinsi Sumatera Barat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Dinas PSDABK Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, BPBD Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Dinas Perkebunan, Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat dan Bappeda Provinsi Sumatera Barat.

Diseminasi hasil riset kali ini adalah mengenai penggunaan rumput Vetiver sebagai vegetasi penahan longsor pada daerah rawan longsor dangkal (dibawah kedalaman 5 meter). Rumput Vetiver dipilih Balitbang dan BRIN diantara vegetasi lainnya, karena kemampuan akarnya yang dapat tumbuh  panjang hingga 5 meter sehingga mempunyai daya cengkeram tanah yang kuat dan pada akhirnya mengurangi risiko longsor di wilayah tersebut.  Sekda Provinsi Sumatera Barat menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah konkret untuk menghadapi tantangan bencana alam terutama terkait bencana Hidrometeorologi yang semakin kompleks. "Sumatera Barat ini menghadapi tantangan yang sangat besar untuk bencana Hidrometeorologi. Jalan di Sumatera Barat banyak yang berada di  daerah rawan longsor, sehingga jika terjadi longsor dapat mengganggu berbagai aktivitas warga Sumatera Barat, dan bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Kami sangat mendukung upaya bersama ini untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi yang ramah lingkungan dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat," ujarnya.

Dalam pertemuan ini, BRIN dan Balitbang Sumatera Barat berkomitmen akan menggali lebih dalam potensi aplikasi rumput Vetiver ini di berbagai daerah di Sumatera Barat, dengan harapan mitigasi bencana dengan nilai kearifan lokal ini dapat melindungi infrastruktur serta masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi antara BRIN dan Balitbang Sumatera Barat ini diharapkan tidak hanya menghasilkan penelitian yang bermanfaat tetapi juga penerapan praktis yang dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat. Pada pertemuan ini juga disepakati untuk para stakeholder terkait agar segera menindaklanjuti dengan memulai serangkaian kegiatan lapangan dengan membuat pilot project implementasi rumput Vetiver ini di beberapa lokasi.

BRIN yang diwakili oleh Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Ibu Oetami Dewi, menambahkan, "BRIN akan selalu berdiri di belakang Balitbang yang akan segera bertransformasi menjadi BRIDA. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat penting dalam membangun kapasitas lokal dan memperkenalkan inovasi berbasis kearifan lokal. Kami berharap hasil dari kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat." Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Policy Brief hasil kajian dari BRIN untuk Balitbang, dengan topik Rumah Pengering Bawang Merah dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan bahwa upaya ini akan menjadi contoh kolaborasi yang berhasil dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan meminimalkan risiko bencana di Sumatera Barat.

(Edwin)

.